Tembang Orang-orang yang Terbuang

“Kalian tidak boleh injak tanah ini!” hardik seorang pria. Di tangannya, tergenggam erat sebilah parang. Lelaki itu tidak sendiri. Ia didampingi oleh dua orang lainnya yang juga membawa parang dan kapak. Lantas, kalimat selanjutnya mengalir bagai air bah. Ia mengatakannya dengan sangat cepat dan nada tinggi. “Kalau kalian ke sini cuma datang terus pergi, hanya lihat-lihat saja, kalian anggap kitorang ini apa? Kitorang bisa bunuh … Lanjutkan membaca Tembang Orang-orang yang Terbuang

Panut Hadisiswoyo: Orangutan, Makhluk Paling Cantik Sejagat

Panut Hadisiswoyo berjuang untuk hutan Sumatra dan orangutannya selama 15 tahun terakhir. Dia merupakan pendiri sekaligus direktur lembaga konservasi Yayasan Orangutan Sumatra Lestari (Orangutan Information Centre). Putra Jawa kelahiran Sumatra ini pernah menerima penghargaan Whitley Award pada 2015 dan baru-baru ini menerima penghargaan sebagai Emerging Explorer National Geographic pada 16 Juni 2016. Mengapa Anda begitu berempati dengan orangutan? Saya punya kenangan tak terlupakan dengan orangutan. … Lanjutkan membaca Panut Hadisiswoyo: Orangutan, Makhluk Paling Cantik Sejagat

Tenun Ikat Rote, Cermin Tradisi dan Budaya Masyarakat Rote Ndao

Berkunjung ke Pulau Rote belum lengkap jika belum menyambangi Kampung Ndao, sentra kerajinan tenun ikat khas Rote di Ba’a. Di kampung ini, mayoritas penghuninya merupakan penduduk Pulau Ndao yang menetap di Pulau Rote. Saat memasuki kampung, kami disambut kain-kain tenun yang berjajar rapi di teras-teras rumah. Hampir seluruh penduduk kampung ini bermata pencaharian sebagai pengerajin tenun ikat. Kain tenun ikat Rote Ndao telah ada sejak … Lanjutkan membaca Tenun Ikat Rote, Cermin Tradisi dan Budaya Masyarakat Rote Ndao

Tamasya ke Kebun Raya Bogor

There’s always a first time for everything and it’s worth celebrating. Rabu lalu, saya mengalami beberapa hal untuk pertama kalinya: pergi ke Bogor, berkunjung ke Kebun Raya Bogor, tamasya bersama teman-teman kantor hingga makan bubur ayam yang tanpa kuah. Kelihatannya memang sama sekali tidak istimewa, tetapi bukankah bahagia itu sederhana? Karena itu, semua “pertama-pertama”yang tadi disebutkan di atas, patut untuk dirayakan! Ikuti tur singkat saya … Lanjutkan membaca Tamasya ke Kebun Raya Bogor

Langitnya Kok Cerah?

Suatu siang menjelang sore, di tengah jeda bekerja, saya menyempatkan diri bermalas-malasan di atas hammock yang terpasang dalam ruangan kantor. Saya berayun pelan, sembari menatap langit di balik jendela kaca yang agak kotor. Langit sedang cerah, berwarna biru dengan sedikit awan yang melapisinya tipis-tipis. “Ih! Langitnya kok cerah, tumben amat!” pikir saya. Saya buru-buru motret langit dan secuil lansekap kota pakai kamera ponsel. Rasa-rasanya, sudah lama … Lanjutkan membaca Langitnya Kok Cerah?

“Indonesia, Papua New Guinea, one family”

Pada medio 2016, saya mendapat penugasan ke Boven Digoel, Papua, bersama tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Penjelajahan kami ke ujung timur Nusantara ini bertujuan untuk melengkapi data sekolah dan cagar budaya Kemdikbud. (Simak kisah perjalanan saya selengkapnya di Tembang Orang-orang yang Terbuang.) Perjalanan menuju Boven Digoel dari Merauke ditempuh melalui jalur darat selama sekitar delapan jam, menggunakan mobil berpenggerak empat roda. Kami membelah rimba … Lanjutkan membaca “Indonesia, Papua New Guinea, one family”

Rinjani, Secuil Surga yang Jatuh ke Bumi

  Membaca ulang catatan perjalanan merengkuh sang Dewi Anjani. Sewaktu berberes file di laptop, saya menemukan catatan perjalanan ketika mendaki Rinjani tahun 2014 silam. Dengan dilengkapi beberapa foto, catatan itu pernah mejeng di “Pekan Journal”, pameran karya tahunan yang diselenggarakan oleh lembaga pers mahasiswa tempat saya bernaung selama kuliah, yaitu LPM Journal. Ini karya foto kedua saya yang tampil di Pekan Journal. Tahun sebelumnya, saya … Lanjutkan membaca Rinjani, Secuil Surga yang Jatuh ke Bumi